Kalau di tanya dimanakah jantung kota Surabaya, maka jawabannya adalah di Taman Bungkul. Karena itu tidak salah jika wajah Taman Bungkul sudah berubah 180' dari sekitar 3 tahun yang lalu. Taman kota yang, sebelumnya kotor dan gelap, kini sekarang sudah menjadi sebuah taman wisata yang sangat ramai dikunjungi tiap hari oleh warga Surabaya dan sekitarnya. Taman Bungkul sendiri sebelumnya dibangun karena adanya makam tokoh sejarah seperti Ratu Kamboja, Ratu Campa, Tumenggung Jayengrono, dan Ki Ageng Supo (atau yang lebih dikenal dengan mbah Bungkul). Karena keberadaannya yang sangat strategis maka Pemkot Surabaya mengubah wajah Taman Bungkul menjadi sebuah taman kota yang sangat menarik. Air mancur dan kerlipan lampu hias pada malan hari semakin membuat semarak di Taman Bungkul.
Seksi Perkonomian Kecamatan Wonokromo bekerjasama dengan Dinas Perdagagan dan Perindustrian Pemerintah Kota Surabaya melaksanakan Kegiatan Pelatihan Pembuatan Tahu dan tempe dalam Rangka Program Fasilitasi Kewirausahaan UKM di wilayah Kecamatan Wonokromo.
Pembukaan PAUD Wijaya Kusuma Oleh Ibu Dyah Katarina
Pembukaan PAUD Wijaya Kusuma di Wilayah Kelurahan Sawunggaling Kecamatan Wonokromo pada hari Sabtu 19 Februari 2010 berkenan ibu Walikota Surabaya Ny. Dyah Katarina Bambang DH. untuk membuka PPT tersebut.
Sebuah tempat wisata yang masih menjadi tujuan utama bagi para wisatawan baik domestik maupun manacanegara. Letaknya yang berada di pusat kota, masuk dalam area Surabaya Selatan dan masuk Kecamatan Wonokromo, serta tempatnya yang mudah terjangkau dengan kendaraan umum atau pribadi, menjadikan KBS (Kebun Binatang Surabaya) tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan...
Letaknya yang di tengah kota, menjadikan Wonokromo sebagai jalur utama lalu lintas Kota Surabaya. Sehingga Wonokromo memiliki potensi yang sangat besar. Baik potensi ekonomi dan perdagangan, maupun potensi sosial dan budaya serta sumber daya manusia,